INOVASI “JIKAJITING” BERHASIL MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI WILAYAH MONDOKAN

Rendahnya asupan gizi pada golongan rawan seperti ibu hamil dan balita dalam jangka waktu yang lama menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yang dikenal dengan istilah stunting. Dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mondokan pada tahun 2019 masih cukup tinggi yaitu sebesar 23,9%.

Dari hasil Survey Konsumsi Gizi yang dilakukan oleh Nutrisionis diketahui bahwa penyebab dari tingginya angka stunting di wilayah Mondokan disebabkan karena kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan pola pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan balita.

“Tingginya angka stunting di wilayah Mondokan dan konsumsi gizi serta pola pemberian makan yang kurang tepat ini menjadi keprihatinan kita bersama, sehingga bersama lintas sectoral kami mencoba membuat inovasi kegiatan penurunan sunting salah satunya program JIKAJITING atau siji kader siji stunting” kata Desy Nutrisionis di Puskesmas Mondokan.

Program JIKAJITING ini melibatkan peran serta masyarakat yang tergabung dalam Kader JIKAJITING. Mereka dilatih dan dibina oleh tenaga Kesehatan sehingga memiliki kapasitas untuk menjadi tenaga pendamping bagi keluarga yang anggota keluarganya berisiko stunting. Materi yang diberikan meliputi Teknik komnikasi dan konseling, deteksi dini stunting, PMBA , motivator ASI, dan gizi ibu hamil. Sasaran dari program pendampingan ini adalah : keluarga ibu hamil KEK, keluarga dengan bayi lahir Panjang badannya kurang dari normal, dan keluarga dengan balita berisiko stunting. Tujuan dari program JIKAJITING lebih menitikberatkan pada u merubah perilaku keluarga sehingga mendukung upaya penanggulangan stunting.

“Alhamdulillah, dengan pendekatan perubahan perilaku keluarga melalui inovasi JIKAJITING ini angka stunting di wilayah Mondokan terus menurun dari waktu ke waktu. Tahun 2020 angka stunting turun menjadi 19,7% dan tahun 2021 turun lagi menjadi 16,32%” ungkap Nutrisionis tersebut.

Kunjungan Kader JIKAJITING pada keluarga balita stunting

                Sementara itu dr. Movira Wuryanti Wardhani,M.Kes Kepala UPTD Puskesmas Mondokan menambahkan jika Puskesmas Mondokan terus menbuat inovasi-inovasi baru guna menurunkan angka stunting. Inovasi Temen Giziku, Prorunning, Cinta Ratri dan platform aplikasi myBidan menjadi inovasi Puskesmas Mondokan dalam penurunan stunting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *